Selasa, 17 Februari 2009

Tinggal Jauh Dari Rumah

Empat kata di atas mempunyai makna yang berbeda-beda di hati setiap orang. Ada yang harus menjalaninya, ada yang senang menjalaninya.
Di IPB gw memiliki banyak teman yang berasal dari seluruh Indonesia, berasal dari tempat yang beraragm, dari Sabang sampai Merauke. Mereka yang berasal dari tempat yang jauh dari kampus harus menunggu hingga libur panjang utntuk kembali pulang. Rasanya memang berat, tinggal jauh dari rumah dalam waktu lama. Gw tahu itu.
Tapi bagi gw yang hanya butuh dua jam untuk pulang, tinggal jauh dari rumah tidak begitu menderita, penderitaan yang gw rasakan tidak sebesar mereka. Apalagi sebenarnya gw senang tinggal jauh dari rumah. Gw sudah lama memimpikan hal ini, sejak tiga tahun lalu, sejak tahu bahwa tinggal jauh dari rumah dan hidup mandiri memang mudah, bisa membentuk karakter dan kepribadian.
Bagi gw, tinggal jauh dari rumah memang menyenangkan. Gw bisa lebih mandiri, lebih rajin, dan mampu mengatasi masalah yang kompleks. Jika gw tinggal di rumah, gw akan banyak malasnya dari pada rajinnya sehingga jika ada masalah gw cenderung menjauhinya dari pada menghilangkannya, yang berarti membuat masalah itu tetap ada dan terakumulasi.
Lebih mandiri, bukankah itu yang diinginkan setiap calon mertua? Hehehe. Yang jelas, gw menikmati hidup jauh dari rumah.

Tidak ada komentar: