Selasa, 09 September 2008

Ospek

Ospek, umum didengar mahasswa dan calon mahasiswa sebagai masa penyiksaan sebelum kuliah dimulai. Gw juga merasakannya demikian. Gw baru saja menyelesaikan Ospek, atau di IPB disebut MPKMB.
Ospek adalah singkatan dari Orientasi Siswa Pengenalan kampus. Umum terjadi bagi mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya, agar mahasiswa baru lebih mengenal kampus sebagaimana tertulis dalam namanya. Tentu saja secara nalar, semua mahasiswa memerlukan masa orientasi.
Tapi entah kenapa dalam pelaksanaannya jauh sekali dari tujuan sebenarnya. Sering kali dalam pelaksanaannya, senior menyuruh mahasiswa melakukan hal-hal yang aneh, yang melelahkan, dan tidak jarang pula mendekati penyiksan fisik dan mental. Itu sangat tidak dibenarkan.
Kira-kira, apa yang menyebabkan itu terjadi? Banyak yang mengira itu adalah rantai balas dendam, ada yang mengatakan agar mahasiswa senior lebih dihormati, ada juga yang berkata untuk kedisiplinan. Apapun alasannya, itu tidak benar. Seharusnya Ospek menyentuh nilai-nilai akademik kampus.
Di IPB, Ospek disebut MPKMB. Meski namanya beda, maksud sama. Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru, itulah kepanjangannya. Para mahasiswa tetap disuruh membawa barang yang aneh-aneh, ‘pelatihan’ fisik yang cukup keras, dan dikerjai juga. Tapi gw yakin, Ospek lain tidak ‘selembut’ dan seseru MPKMB.
Jadi sebenarnya, perlukah Ospek itu? Tentu saja setiap mahasiswa baru memerlukan masa orientasi, tapi tidak yang menguras uang, mental, dan fisik. Bahkan sebenarnya, masa orientasi bisa berjalan dengan sendirinya.

Tidak ada komentar: