Jumat, 28 Maret 2008

Rush Hour

Gw tahu gw belum cukup umur untuk mengatakan pendapat gw mengenai ini. Dan mungkin yang gw tahu tentang ini belum cukup. Dan gw tidak tinggal di tengah kesibukan atau sekolah di sana. Tapi hal ini cukup menginspirasikan gw dan cukup membuat gw tak sabar untuk menjadi lebih dewasa dari sekarang. Saat ini gw excited banget mengenai ini, tapi itu karena gw belum mengalaminya. Sebenarnya sih sudah, dan gw langsung kesal itu. Dan setelah hari itu berakhir, gw menjadi merindukannya.
Pengalaman pertama gw mengenai rush hour yaitu ketika gw harus ke suatu sekolah swasta terkenal di Jakarta Selatan dengan urusan mengikuti suatu kompetisi dengan membawa nama sekolah. Jadi bisa dikatakan bahwa pengalaman pertama gw itu terjadi secara tidak sengaja.
Ketika itu gw pergi dengan menggunakan Busway. Dan, tebak berapa jam gw berada di jalur busway hanya untuk mencapai sekolah swasta itu? Dua setengah jam! Yang membuat lama adalah halte transitnya, terutama di Kp Melayu dan Matraman. Di Dukuh Atas tidak terlalu karena gw melawan arus rush hour yang rata-rata menuju ke pusat kota Jakarta. Bisa ditebak gw pergi ke sekolah swasta mana. By the way, di dua halte transit itu gw harus mengantri selama setengah jam di masing-masing halte untuk mendapatkan sebuah bus. Itupun dalam keadaan penuh sesak. Dan gw ngga pernah duduk sampai tujuan.
Untuk beberapa orang, rush hour di fasilitas kendaraan umum memang menyebalkan. Tapi buat gw itu pertanda positif untuk satu hal: penggunaan kendaraan bermotor berkurang. Padahal gw sempat melihat beberapa para penumpang bus lain, ‘partner sehati’ yang ketika itu berbagi bus dengan gw, terlihat bonafid. Besar kemungkinan mereka punya kendaraan pribadi. Syukur deh bila mereka sadar bahwa kendaraan pribadi membawa polusi.
Macet di jalan raya? Fuck with them, that’s what I say to the car owners. Fakta: pengguna kendaraan pribadi adalah penyebab utama kemacetan, bukan kendaraan umum. Ketika car free day, Jalan MH Thamrin bebas macet karena kendaraan pribadi dilarang lewat. Bahkan bisa dibilang sepi.

Online Game

Ini adalah game paling terfavorit di antara pengguna internet, yaitu game yang antara penggunanya bisa terhubung melalui jaringan internet. Ini adalah jenis game yang bisa dimainkan banyak orang dalam waktu bersamaan. Bahkan kenyataannya game ini seperti nonstop. Bis adimainkan kapan saja asalkan ada komputer dan jaringan internet kecuali pada saat-saat tertentu seperti maintenance.
Pemain game ini bervariasi, dari anak kecil hingga dewasa. Gw ngga tahu pasti berapa range usia para pemain game ini, tapi gw sudah melihat anak SD dan pegawai kantoran yang baru dipecat main game ini setiap hari^^. Memang amat bervariasi, usia, orangnya, dan jenis kelaminnya. Kebanyakan sih laki-laki, tapi dengan semakin meningkatnya jumlah pemain game ini, jumlah pemain perempuan juga semakin banyak. Setiap gw ke game center, minimal gw melihat dua perempuan sedang bermain game ini.
Selain itu ada begitu banyak persepsi umum bahwa bermain game ini terlalu sering memiliki banyak efek buruk. Benarkah itu? Beberapa benar, tapi ada juga yang hanya mitos. Persepsi negatif yang benar itu diantaranya:
  • Merusak mata, kecuali jika menggunakan layar LCD dan bermain dengan jarak antara mata dan layar sejauh kurang lebih delapan puluh centimeter. Dijamin mata akan terjaga. Tapi sudah jelas gamer tidak akan menjauhkan matanya dari layar sejauh itu.
  • Mengancam kesehatan. Terlalu banyak duduk bisa membuat kta semakin jarang bergerak. Berpotensi mengakibatkan kerapuhan tulang. Terlalu sering bermain juga akan mengurangi atau bahkan meniadakan waktu olahraga kita.
  • Mengurangi waktu belajar, terutama bagi orang yang perlu belajar (siswa, mahasiswa). Itu sudah jelas.
  • Merusak kehidupan. Tergantung bagian dari kehidupan mana yang rusak akibat fanatisme berlebihan ini. Entah lupa sekolah, kuliah, atau kerja. Lupa pulang ke rumah. Uang sering habis, tak punya tabungan sehingga banyak berhutang. Diputusin pasangannya karena berbagai hal. Uang SPP dipakai untuk bermain. Sering bolos, sehingga dikeluarkan dari sekolah, kampus, atau tempat kerja. Kok gw banyak tahu ya? Sebagian pengalaman, sebagian menyaksikan^^. Bahkan gw sudah melihat berita ada orang yang mati ketika bermain online game, tepat ketika karakter yang dimainkannya mati. Dunia ini aneh banget ya?
Tapi ada juga persepsi umum negatif yang tidak sepenuhnya benar. Satu hal yang gw tahu adalah bermain game menjadikan seseorang bodoh. Itu tidak selamanya benar. Dalam beberapa hal, gamer menjadi semakin cerdas. Sayangnya kecerdasan semacam itu dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan kalangan dunia pendidikan.
Kecerdasan yang dimaksud diantaranya adalah kemampuan menganalisa, menghapal, memprediksi, kerja sama tim, dan strategi dalam memecahkan masalah. Sekilas itu semua juga diperlukan dalam pelajaran sekolah. Tapi sepertinya itu tergantung dari mood gamer, mau fokus pada pelajaran atau pada game.
Seperti contoh, game favorit gw, Warcraft. Dalam game ini, gamer ditantang untuk mengembangkan karakter yang dimainkannya dengan benar. Selain itu, gamer juga harus tahu kemampuan lawan (menghapal), kemungkinan serangan dan taktik yang akan dilakukan lawan (memprediksi), lalu mencari jalan bagaimana mengalahkannya (membuat strategi, analisa), secara individu ataupun dengan kerja sama tim. Masyarakat tidak bisa begitu saja mengabaikan kemampuan-kemampuan itu. Terbukti, kemampuan semacam itu berguna di kehidupan nyata.
Yang menjadi masalah mungkin adalah membagi waktu. Terlalu sering bermain game jelas mengurangi waktu belajar sehingga tidak ada waktu untuk belajar pelajaran sekolah. Seandainya gamer punya waktu belajar cukup, dijamin kemampuannya dalam pelajaran sekolah lebih besar dari pada yang tidak bermain game.
Yang berpotensi menjadi salah persepsi lagi mungkin adalah kemampuan menghapal gamer. Bila benar kemampuan menghapal meningkat, kenapa masih ada gamer yang jatuh pada pelajaran yang berkaitan dengan menghapal? Sekali lagi, waktu belajar yang menjadi masalah. Gamer yang hebat jelas memiliki kemampuan menghapal yang hebat. Dan tidak benar bermain game bisa membuat kita lupa pada hapalan materi pelajaran yang pernah dilakukan. Tidak benar bahwa di dalam otak, suatu memori bisa menggeser atau menghapus memori lain. Lupa hanya masalah fisiologis, sama dengan pikun atau hilang ingatan. Kapasitas otak manusia tidak terbatas. Itulah yang dikatakan Galileo Galilei. Bahkan Albert Einstein pun yang otaknya diawetkan oleh para ilmuwan ternyata baru menggunakan sepuluh persen dari potensi maksimal otaknya. Kecerdasan yang dimiliki Einstein mungkin belum mencakup keseluruhan kecerdasan yang dimiliki gamer hebat.
Jadi, jangan ragu untuk bermain game, dan juga ingat pada kehidupan nyata. Gw punya pengalaman, berkenalan dengan seseorang di online game. Ia mengaku cewek. Tapi setelah diselidiki, ternyata dia adalah cowok. Syukurlah gw belum sempat suka dengannya (hiiii!). Ini juga salah satu dari akibat buruk bermain online game, rusaknya kehidupan^^.

Selasa, 04 Maret 2008

Universitas

Setelah menyelesaikan SMA atau yang sederajat, impian para siswa tentu saja melanjutkan pendidikan ke universitas, sekolah tinggi, akademi, dan institut negeri. Dari sebagian besar pasti sudah mempersiapkan jurusan favoritnya dan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya. Tapi sebenarnya, sudah sesuaikah antara minat dan kemampuan? Banyak siswa yang tidak tahu potensinya sendiri dan ada juga yang memiliki minat yang jauh di luar jangkauan kemampuannya.
(Untuk selanjutnya, bila gw menyebut SMA, artinya adalah SMA dan sederajatnya. Dan bila gw menyebut universitas, artinya adalah universitas dan yang sederajatnya. Agar ringkas)
Untuk mengatasi hal itu, biasanya sekolah mengadakan psikotes untuk siswa-siswanya atau siswa melakukan psikotes di lembaga tertentu atas inisiatif sendiri. Hasilnya bisa bersifat sugestif dan mampu mengubah arah minat siswa.
Apapun bisa terjadi di tengah-tengah perjuangan siswa mencapai perguruan tinggi, dari waktu ketika siswa berpikir mengenai universitas hingga akhirnya diterima. Ada banyak faktor. Salah satunya adalah hasil psikotes itu. Yang lainnya adalah faktor keluarga, teman, guru, dan lain-lain termasuk pihak universitas sendiri. Universitas dapat memberikan pengaruhnya dengan mengadakan berbagai kegiatan di suatu SMA.
Di antara siswa tentunya ada jurusan favorit. Nih, yang gw dapat dari temen-temen gw:
  • Akuntansi. Biasanya siswa IPS. Tapi tidak menutup kemungkinan siswa IPA memilih ini karena dipengaruhi oleh gosip bahwa kuliah di akuntansi itu gampang dan pekerjaan mudah didapat. Juga kabarnya, mayoritas mahasiswa STAN sebelumnya adalah siswa IPA.
  • Manajemen. Sama dengan diatas. Dan kabar yang gw denger, lulusan manajemen memiliki banyak bidang pekerjaan untuk dipilih.
  • Hukum. Bisa IPS, bisa IPA. Tapi ini kan materi IPS? Ya, memang banyak anak IPA yang masuk jurusan yang terkait dengan IPS, sedangkan siswa IPS yang masuk ke jurusan IPA jarang. Hitung saja, kapasitas kursi untuk jurusan IPS di perguruan tinggi di seluruh Indonesia lebih banyak dari pada kursi untuk jurusan IPA. Dan murid IPA umumnya tidak sebanyak siswa IPS di SMA seluruh Indonesia.
  • Kedokteran. Pasti siswa IPA. Kalau ada siswa IPS mendaftar masuk sini, artinya nekat. Kecuali bagian manajemen rumah sakit dan psikiater / psikolog nya.
  • Teknik Mesin. Jurusan paling favorit di antara peminat teknik di sekolah gw.
  • Teknik Industri. Yang ingin merusak bumi, masuklah ke sini.
  • Teknik Pertanian, untuk yang fisika, biologi, dan kimianya kuat. Jurusan favorit gw.
  • Teknik Sipil. Yang suka fisika, terutama hukum Newton, hukum kekekalan energi, momen gaya, momen inersia, momentum, impuls, dan lain-lain, masuk sini aja.
  • Teknik Lingkungan, untuk pecinta lingkungan sejati.
  • Arsitektur, sahabat dekatnya Teknik Sipil.
  • Fakultas MIPA. Umumnya untuk siswa yang sudah ‘ditakdirkan’ masuk sini. Ditakdirkan maksudnya sudah dinobatkan menjadi ahli di pelajaran MIPA. Sudah jelas MIPA-nya harus super kuat, dengan tambahan (atau minus) faktor luck di SPMB.
  • Fakultas Ilmu Komputer. Untuk cracker / hacker atau pencinta komputer yang ingin mempergunakan kemampuannya untuk berbuat baik, masuk sini aja.
  • Fakultas Sastra. Jujur aja, gw jarang banget mendengar ada yang ingin masuk sastra. Apalagi sastra yang paling jarang didengar seperti sastra Jawa atau sastra Rusia. Ada ngga ya sastra Urdu?
Gw, seperti siswa lainnya, juga mengalami dilema seperti yang sudah disebut di atas: bingung memilih jurusan, dipengaruhi oleh orang terdekat, dsb. Bahkan hingga kini masih terjadi.
Keluarga gw berharap gw masuk Akuntansi, Manajemen, atau Bahasa Inggris. Ngga banget deh. Gw siswa IPA, ngga akan pernah gw murtad dari sains kecuali ngga punya kesempatan lagi untuk masuk sains. Gw satu-satunya di keluarga gw yang menjadi siswa IPA, satu-satunya yang menolak Akuntansi, dan satu-satunya yang punya harapan besar untuk masuk universitas negeri.
Sepupu gw menyarankan teknik kimia seperti suaminya atau teknik industri. Dan lagi-lagi alasannya karena faktor kemudahan pekerjaan dan gaji. Kenapa sih, semua yang masuk perguruan tinggi selalu berpacu pada pekerjaan? Gw ingin kuliah jujur aja bukan karena ingin mengejar pekerjaan dan gaji, tapi karena ingin belajar. Kalau bisa, gw ingin selamanya belajar tanpa memikirkan pekerjaan. Memikirkan pekerjaan justru menjadi tekanan selama kuliah, seperti siswa SMA yang memikirkan ingin masuk Universitas mana sehingga tidak fokus Ujian Nasional.
Teman-teman gw menyarankan gw masuk MIPA Fisika, karena gw menonjol di bidang fisika. Sepertinya mereka belum tahu kemampuan biologi gw. Dan sejauh ini belum ada guru yang mensugesti gw.
Pilihan gw dari yang terfavorit: Teknik Pertanian, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Kehutanan, Agronomi, Biologi, Fisika, Teknik Kimia, Arsitektur, dst. Alasannya gw ngga tahu pasti, tapi sepertinya gw mempertimbangkan masalah lingkungan. Tapi gw juga ingin ‘bermain’ dengan biologi dan fisika, dua mapel yang paling gw kuasai. Maka, teknik pertanianlah jalan terbaik.

Perempuan

Makhluk yang tercipta dari tulang rusuk Adam. Tapi keberadaan makhluk ini bagi dunia sangat mengagumkan mengingat mereka berasal dari tulang rusuk. Mereka tak hanya tulang rusuk yang berjalan mendampingi pria, tapi mereka menguasai dunia. Dalam beberapa hal, perempuanlah yang terbaik. Dan tanpa mereka, dunia tak akan seindah ini.
Bila masih ada yang menganggap perempuan bukan makhluk yang luar biasa, sebaiknya kalian melihat ibu kalian sendiri. Tanya, berapa berat badan kalian sesaat setelah dilahirkan. Mampukan kalian membawa beban sedemikian berat tanpa henti selama beberapa lama? Belum lagi pengorbanan mereka pasca melahirkan hingga kalian bisa mandiri.
Itu adalah contoh terdekat. Masih ada contoh lainnya. Yang paling umum adalah wanita karier, terutama yang memasuki dunia karier yang biasanya dilakukan pria. Rasanya sulit membayangkan mereka bisa mencapai dunia yang seharusnya hanya bisa dimasuki pria, namun kenyataannya mereka banyak sekali saat ini. Zaman sekarang bukan hal aneh. Dan itulah bukti kekuatan perempuan.
Secara ilmiah hal itu bukan tidak mungkin terjadi. Kecuali dada, bokong, dan alat kelamin, tidak ada hal fisik yang membedakan perempuan dan laki-laki. Dan sudah lama diketahui di dunia sains bahwa perempuan memiliki intuisi yang lebih baik. Selain itu perempuan sangat menyukai keindahan, mengutamakan kualitas dari pada kuantitas, dan melihat sesuatu lebih mendalam. Keunggulan pria hanya dari kekuatan saja, itupun diperoleh dari hormon.
Di sekitar gw, ada banyak contoh perempuan luar biasa. Contoh paling utama sudah disebutkan. Yang lainnya adalah kakak perempuan dan kakak ipar gw yang keduanya wanita karier, lalu kepala sekolah gw, lalu guru-guru sekolah gw, dan semua perempuan manis yang pernah gw cintai. Gw ngga pernah salah mencintai perempuan. Mereka pasti memiliki keistimewaan selain fisik.
Selain itu masih ada lagi contoh perempuan luar biasa lainnya yang biasa kita lihat dalam berita, diantaranya:
  • Angela Merkel, kanselir Jerman.
  • Alm. Benazir Bhutto
  • Hilary Clinton
  • Gloria Arroyo
  • Alm. Lady Diana
Perempuan itu memang luar biasa. tanpa mereka dunia tak akan seindah ini.

Minggu, 24 Februari 2008

Kesehatan

Sesuatu yang sangat berharga, tapi sering kali lupa untuk disyukuri adalah kesehatan. Tidak heran, karena ketika kita sakit, kita amat merindukan rasanya sehat. Dan begitu kita sehat, kita seolah lupa bagaimana rasanya sakit. Padahal bila kita ingat kita akan mensyukuri dan akan mati2an menjaganya.
Sayangnya tidak semua orang tahu cara yang benar menjaga kesehatan karena berbagai alasan. Dan kenyataannya tida perlu mati2an untuk menjaga kesehatan yang terpenting adalah kesadaran dan selama orang itu masih bisa berjalan, makan, dan berpikir. Ya, cuma itu yang diperlukan untuk menjadi sehat.
Gw punya beberapa tips yang cukup simpel untuk menjaga kesehatan :
  • Jalan kaki minimal 30 menit sehari. Lupakan kendaraan pribadi. Berjalan menuju halte bus, menunggu, dan mengejar bus sudah cukup untuk menjaga kesehatan. Dengan hanya melakukan ini saja asalkan gaya hidup normal sudah menjauhkan kita dari berbagai penyakit.
  • Rasio perbandingan massa antara sayuran dan daging yang harus kita makan adalah 4 : 1. Perbanyak makan sayuran dari sekarang! Lagipula, daging jelas lebih mahal dari sayuran untuk massa yang sama.
  • Perbanyak minum air. Hal ini dapat memperlancar kerja ginjal sehingga organ ini tidak mudah sakit. Karena air seni biasanya keluar bersama dengan zat2 yang tidak berguna dalam tubuh, termasuk juga yang dihasilkan oleh bakteri patogen penyebab penyakit yang sudah terlanjur bersarang dalam tubuh kita.
  • Berusahalah untuk berpikir, mencari alternatif, lalu menentukan apa yang terbaik untuk tubuh. Misalnya, jangan merokok. Sudah diketahui oleh umum bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan. Contoh lain adalah berpikir bahwa masih ada cara lain untuk menuju ke sekolah/kampus/kantor selain menggunakan kendaraan pribadi. Contoh lainnya lagi adalah berpikir bagaimana caranya mendapatkan protein - yang biasa didapat dari daging - dari bahan dari sayuran. Bisa kita dapatkan dari kacang2an.
Sebenarnya ada banyak cara untuk menjadi sehat, tergantung individu masing2 dan cara berpikirny. Tapi cara di atas adalah yang paling dasar yang dapat dilakukan manusia.

Musik

Tidak disangkal lagi, setiap orang pasti menyukai musik. Yang berbeda adalah seleranya. Ada yang bilang selera musik menentukan karakter seseorang. Gw setengah setuju karena itu tidak berlaku untuk semua orang. Bisa saja di luar sana ada orang yang menyukai lagu metal, tapi ternyata perasaannya sensitif dan romantis terhadap perempuan.
Apa sih yang menyebabkan musik diketahui orang? Sejak kecil pun kita sudah mendengar musik. Lagu apa yang pertama didengar manusia? Taruhan, pasti nina bobo (lullaby). Setelah dewasa, berterima kasihlah pada media massa elektronik dan barang elektronik lainnya yang sudah memberikan kita musik untuk untuk didengar. Dan mereka juga yang memberi kita selera dan faham mengenai musik.
Ada banyak berbagai jenis musik. Tiap musik punya masanya sendiri. Tapi saat ini adalah masanya segala jenis musik karena rasa tenggang rasa terhadap masing-masing individu terhadap selera musik sudah meningkat. Terbukti dari beragamnya selera musik saat ini. Bahkan saudara kembar pun bisa berselera musik berbeda.
Biasanya musik digolongkan berdasarkan genrenya, entah itu pop, rock, etc. Tapi gw punya versi sendiri untuk menggolongkan musik :
  • English Rock. Lagu barat beraliran rock dan derivatifnya (Emo, Punk, etc).
  • English HipHop, RnB, and Rap. Gw menggolongkan ketiganyanya dalam satu tempat karena menurut gw ketiganya seperti satu keluarga. Dan biasanya penggemar hiphop ngga akan menolak Rap atau RnB, begitu juga sebaliknya.
  • English Pop and Soul.
  • Japanese Rock.
  • Japanese Pop.
  • Japanese HipHop.
  • Indonesian Non Love Songs.
  • Indonesian Love Songs.
Gw menggolongkan jenis-jenis musik yang paling banyak beredar di sekitar gw. Jadi msaf saja jika ada jenis musik yang belum termasuk di atas.
Mana yang paling bagus? Itu tergantung selera masing2. Tapi gw punya versi sendiri apa yang paling keren dan apa yang paling jelek menurut gw. Mau tahu? List di atas diurutkan berdasarkan apa yang paling gw suka hingga apa yang paling gw benci. Alasannya nih :
  • Gw menyukai English Songs karena (Sebenarnya ngga tahu kenapa) itu sesuai dengan gaya gw. Dan menurut gw, para musisi barat itu kreatif, produktif, dan orisinil. Dan gw juga memuji karakter vokal penyanyinya. Lagi pula ada implikasi positif dari hobi gw ini : Gw jadi pintar berbahasa inggris. Thank God I knew this kind of song since I was young.
  • Lagu2 Japanese yang paling sering gw denger adalah dari OST-nya anime, karena cukup banyak juga dari temen2 gw penggemar anime. Alasan gw menaruh Rock di atas pop adalah karena gaya gw lebih ngerock. Dan alasan gw menaruh Japanese HipHop di bawah Japanese Pop karena gaya penyanyinya yang gw ngga suka meski musiknya bagus.
  • Alasan gw menaruh Japanese di bawah English adalah karena faktor bahasa, gaya penyanyinya, kualitas vokal, dan makna lagu.
  • Alasan gw menaruh musik Indonesian Love Songs pada urutan terbawah karena gw benci banget jenis lagu itu (tentu saja) dan juga karena gw cowok sejati. Walau dalam band atau single, cowok atau cewek, gw denger lagu berbahasa Indonesia paling banyak bertema cinta. Dan yang paling membuat gw membenci jenis lagu ini, cowoknya kayak banci. Selain itu karakter vokalnya jelek, gayanya jelek, ngga orisinil. Gw masih memberi applause pada musik Indonesian Non Love Songs karena temanya beragam, ngga cinta melulu.
  • Alasan gw menggolongkan Indonesian Songs pada tema karena memang itu yang paling jelas terlihat. Beda dengan English atau Japanese yang terlihat jelas dari jenis lagunya.
Jadi, itulah. Buat yang tersinggung, maaf aja. Namanya juga opini. Apalagi kalau loe adalah orang terkenal, harus tahan dikritik.

Kamis, 21 Februari 2008

Global Warming

Global warming adalah masalah yang teramat sangat urgen. Akibat pembakaran bahan bakar fosil yang tidak tahu diri mengakibatkan bumi memiliki kadar karbon dioksida yang yang jauh lebih tinggi, bahkan yang tertinggi dalam sejarah manusia di bumi. Penyebab tertinggi adalah industri (Pembangkit listrik, usaha penambangan, industri logam, dll)disusul kendaram bermotor, kebakaran hutan, dll.
Banyak orang pernah mendengar kata global warming, tapi kebanyakan dari mereka sesungguhnya tidak tahu apa-apa. Hasil survey di kelas gw mendapatkan bahwa 50 persen siswa tidak tahu bahwa gas karbon dioksida adalah salah satu dari penyebab gefek rumah kaca. Mereka mengira malah gas karbon monoksida penyebabnya. Menyedihkan.
Gas rumah kaca tidak hanya karbon dioksida loh. Gas Metana (CH4) dan Dinitrogen Oksida (N2O) justru lebih jahat dari pada karbon dioksida. Tapi berhubung jumlah CH4 dan N2O di atmosfer sangat sangat sedikit dibandingkan karbon dioksida, kedua gas tersebut tidak menjadi topik pembicaraan. Tapi penting bagi kita untuk mengetahui dari mana kedua gas tersebut berasal. CH4 berasal dari pembusukan zat2 organik oleh bakteri tertentu dan N2O berasal dari pembakaran sampah dan bahan bakar berkualitas rendah (bensin, solar, batu bara). Makanya, jangan buang sampah dan membakar sampah sembarangan dan beli bensin bermutu tinggi. Atau yang lebih baik lagi, jangan menggunakan kendaraan bermotor pribadi.
Global warming sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Kira2 tahun 1980an. Dan gw mengetahui tentang global warming sejak SD dari sebuah majalah. Topik global warming di majalah itu ketika itu hanya seperempat halaman dan hanya ada di satu edisi. Hal ini sudah menunjukkan ketidakpedulian media massa ketika itu tentang masalah ini. Bahkan setelah itu, gw ngga lagi melihat adanya artikel mengenai global warming hingga itu mulai diperbincangkan dunia. Telat banget sih. Tapi satu artikel itu cukup menyadarkan gw untuk mulai mencintai kendaraan umum^^. Dan beberapa saat setelah itu, gw merubah kebiasaan gw yang dulunya tidak peduli kepada bumi menjadi menyayanginya.
Meski sudah disadari oleh para ilmuwan sejak lama, dan sudah banyak bukti penelitian disampaikan dan dipublikasikan, kaum industrialis masih belum percaya dan menganggap hasil penelitian tidak valid atau global warming hanyalah suatu siklus alami yang dialami oleh bumi. Memang sudah lama gw membenci orang2 ekonomi. Tahu apa mereka tentang sains? Mereka hanya tahu uang!! Bahkan gw menganggap orang2 yang tidak peduli dengan bumi adalah orang2 paling tolol di dunia. Sorry, gw cuma kesel aja. Kenyataannya, memang demikian bahwa orang2 yang peduli lingkungan adalah orang2 yang ber IQ tinggi.
Mau tau faktanya? Tahu ngga bahwa gunung St Helen di Amerika Utara pada tahun 1980 meletus dan mengeluarkan 10 juta ton CO2? Kedengarannya banyak ya? Tapi itu masih jauh dari rekor manusia. Untuk menyamainya memerlukan 7 gunung St Helen yang meletus setiap hari. Faktanya, manusia di seluruh dunia mengeluarkan 800 ton CO2 setiap harinya.
Seperti kata2 iklan MTV, tidak perlu menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bumi. Tapi gw percaya dengan menyelamatkan bumi kita menjadi lebih dari sekedar pahlawan. Kita bisa mulai dengan mengubah kebiasaan kita, dan terbukti itu tidak begitu sulit. Inilah yang bisa kita lakukan :
  • Matikan peralatan elektronik yang tidak terpakai. Peralatan elektronik yang stand-by juga makan listrik loh.
  • Hemat air, karena global warming berpotensi mengakibatkan kekeringan panjang dan parah.
  • Hindari penggunaan kantong plastik. Kalau belanja, bawa kantung sendiri, dan usahakan terbuat dari bahan yang bsa didaur ulang.
  • Kurang penggunaan kertas sebaik mungkin. Kertas kan hasil hutan. Begitu juga tisu. Pakai sapu tangan aja.
  • Furnitur di rumah diharapkan terbuat dari plastik agar tidak membuat hutan kita menderita.
  • Kurangi berlangganan koran/majalah yang halamannya terbuat dari kertas. Tapi sekarang sudah banyak kok majalah yang halamannya terbuat dari plastik.
  • Utamakan memakan sayuran daripada daging. Peternakan membuang gas rumah kaca lebih banyak dari pada pertanian.
  • Lebih utama lagi sayuran organik. Terbukti pertanian organik lebih sedikit menghasilkan CO2 dan sudah pasti ramah lingkungan.
  • Kurangi belanja sesuatu yang tidak penting. Bila boros berbelanja, itu artinya kita mendukung industrialisasi.
  • Kurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Mulailah beralih ke kendaraan umum.
Empat poin terakhir adalah yang paling dilupakan oleh orang2 di sekitar gw. Teman2 sekolah gw hobi belanja dan memakai kendaraan pribadi untuk ke sekolah. Keluarga gw karnivora dan hobi belanja. Semua kakak gw sudah memiliki motor pribadi. Hanya gw yang menolak untuk dibelikan karena gw sudah tahu global warming sejak SD. Temen2 gw pernah bilang “Bis kota asapnya juga banyak”. Memang benar, tapi bayangkan bila setiap orang di dalam bis itu memakai kendaraan pribadi.
Gw merasa menjadi satu2nya di dunia ini. Sebenarnya ada banyak yang seperti gw, tapi yang tidak seperti gw jauh lebih banyak lagi sehingga gw merasa sendirian di dunia ini. Menemukan seseorang yang berhaluan sama dengan gw saja sangat sulit, meski gw sudah menemukan beberapa yang masih bisa dihitung dengan jari.
Ingin menjadi “satu2nya” yang lain?