Jumat, 25 April 2008

Bangga Merusak Lingkungan?

Memperingati hari Bumi tanggal 22 April 2008 yang lalu, membuat kita mengingat sebentar mengenai keadaan Bumi kita saat ini. Hanya sebentar. Besok mungkin sudah lupa. Orang-orang terbiasa untuk khusyuk di hari-hari tertentu saja. Di tanggal 17 Agustus, di hari-hari keagamaan, dan lain-lain. Setelahnya, pasti sudah tidak ingat.
Memang benar kata orang. Zaman sekarang zaman edan. Bedanya, gw melihatnya dari sisi sains, bukan sosial. Maklum, gw anak IPA yang akan masuk IPB (Amin!)
Kembali ke tema. Pernah melihat orang yang bangga merusak lingkungan? Sejujurnya, gw ngga pernah. Tapi apa yang mereka lakukan, cenderung dibanggakan, setidaknya oleh mereka sendiri. Dan apa yang mereka lakukan cenderung merusak lingkungan. Faktanya, hal-hal yang merusak lingkungan yang sering dibanggakan orang jauh lebih banyak dari pada yang sebaliknya. Sadar atau tidak, langsung ataupun tidak langsung, itu benar adanya.
Contohnya banyak. Kita bisa melihat di televisi dan di dunia nyata. Pernah lihat iklan kendaraan bermotor yang menunjukkan rasa bangga pada pengendaranya? Iklan yang sangat persuasif, ya? Dan itu yang gw khawatirkan. Begitu persuasifnya sehingga membuat permintaan akan kendaraan bermotor meningkat. Implikasinya adalah kerusakan lingkungan. Hal itu kan sama saja dengan iklan rokok yang menampilkan sosok seseorang yang gagah, percaya diri, dan terlihat sehat, padahal jelas-jelas tertulis di bungkusnya sendiri bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Rokok membuat perokok menjadi terlihat gagah adalah efek yang sangat-sangat sementara dan bersifat psikologis. Efek jangka panjangnya adalah kematian yang lebih cepat.
Singkatnya, setelah memikirkan analogi tadi banggakah kita mengendarai motor? Ini pertanyaan yang mempunyai jawaban yang bervariasi, tergantung keadaan di sekitar pengendara itu. Jawabannya iya bila banyak yang memujinya. Jawabannya tidak bila ada yang mencelanya. Dan ini menimbulkan pertanyaan lagi: dipuji karena apa? Dan lagi-lagi jawabannya tidak eksak alias banyak. Dan ini membuat gw ingin sekali kembali ke pertanyaan awal: banggakah merusak lingkungan?
Gw yakin ngga ada yang mengatakan iya. Tapi perilaku konsumerisme dan penggunaan yang berlebihan seolah mengatakan iya, seolah kesadaran akan lingkungan dikalahkan oleh hawa nafsu. Banyak keluarga yang seolah bangga memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu. Banyak pengendara kendaraan pribadi yang seolah semakin bangga mengendarai kendaraan pribadi seiring dengan panjangnya jarak yang mereka tempuh tanpa memperdulikan asap yang keluar dari bokong mobil. Gw harap mereka menghirup asap yang mereka hasilkan sendiri (1000 kali Amin!).
Sorry, gw hanya kesal.
Saat ini yang paling jelas terlihat adalah mengenai kendaraan bermotor. Mungkin ada yang lain, dan akan lebih banyak lagi di masa depan. Bila itu terjadi, dan perdebatan lain muncul, kembalilah selalu pada satu pertanyaan: banggakah kita merusak lingkungan?
Melihat hal itu terjadi (sikap manusia yang seolah bangga merusak lingkungan) membuat gw ingin menertawakannya. Keinginan itu sangat kuat, tapi terhalang oleh keprihatinan gw terhadap lingkungan dan kebodohan si perusak lingkungan itu sendiri. Gw harap mereka kembali ke jalan yang benar (Sejuta kali Amin!). Memang benar, itu lucu. Merusak lingkungan kok bangga? Bila mereka tidak menyadarinya, ini justru menjadi semakin lucu karena gw pikir mereka berpendidikan. Karena hal itu gw jadi ragu untuk menyebut mereka amoral.
Tapi sekarang sudah bukan saatnya lagi untuk tidak peduli pada hal ini. Setiap media massa, elektronik ataupun cetak, sudah mengangkat isu ini setiap harinya. Masih belum tahu juga? Gw jadi ragu untuk menyebut mereka tidak berpendidikan ataupun bermoral, karena bisa saja mereka miskin karena TV, radio, dan koran saja tidak punya. Sesibuk apapun manusia, setidaknya mereka bisa membaca koran atau menonton TV.
Atau, mungkinkah mereka kombinasi dari ketiganya? Amoral, bodoh, dan miskin?
Seharusnya, sama seperti iklan rokok, harus ada peringatan singkat mengenai akibat buruk kendaraan bermotor.

Selasa, 15 April 2008

Antara Kelapa dan Mobil

Beberapa minggu yang lalu kepala sekolah gw dengan kekuasaannya menebang sebuah pohon kelapa yang sudah lama berdiri di tempat parkir. Menurut gosip yang gw denger itu karena pohon kelapa itu menjatuhkan buahnya di atas sebuah mobil. Bisa dibayangkan bahwa kerusakannya tidak terlalu parah karena kelapa itu hanya setinggi bangunan dua tingkat. Dipanjat juga gampang. Tapi kepala sekolah dengan kekuasaannya langsung menebang pohon itu seolah pohon itu berdosa.
Kelihatannya sepele, tapi tidak buat gw. Pikirkan ini:
  • Kelapa menghasilkan oksigen, sedangkan mobil menghasilkan karbon dioksida.
  • Kelapa tidak membutuhkan banyak tempat untuk keberadaannya, sedangkan mobil butuh banyak space untuk parkir saja, belum ketika berjalan. Sudah berapa juta sahabat pohon kelapa itu ditebangi untuk dilapisi aspal hanya untuk memenuhi kebutuhan para pengendara mobil?
  • Gw belum pernah dengar ada orang yang mati karena pohon kelapa. Yang mati tertabrak mobil banyak.
Tidak sepele, kan? Bagaimana bisa keberadaan sebuah mobil bisa meniadakan sebuah pohon kelapa yang begitu mulia?
Sebenarnya gw sudah mengirimkan surat protes ke kepala sekolah secara anonim sebanyak setara dengan tiga halaman folio. Tahu kenapa bisa sebanyak itu? Seperti yang gw tulis di atas, gw menuliskan banyak-banyak perbedaan dan antara kelapa dan mobil. Gw menuliskan banyak-banyak dosa sebuah mobil dan kebaikan pohon kelapa. Gw menuliskannya jauh lebih banyak dari yang di atas, bahkan terdapat reaksi pembakaran untuk bensin hingga menjadi karbon dioksida, berapa volume karbon dioksida yang dihasilkan dan oksigen yang dibakar untuk itu. Bahkan juga gw menuliskan keberadaan kelapa dalam sejarah bangsa Indonesia. Tahu kan Sumpah Palapa? Gw harap beliau sadar akan kesalahannya.
Intinya, ancaman global warming, kerusakan lingkungan, dan kerusakan moral bisa datang atau dimulai dari hal sepele. Jangan pernah membiarkan hal itu terjadi di sekitar kalian. Bisa saja ini akan atau telah terjadi di tempat kerja/kampus/sekolah kalian. Kita bisa menjadi pahlawan lingkungan dengan hal seperti ini.

Kecantikan Perempuan

Gw sebagai laki-laki cukup tertarik untuk membicarakan ini. Banyak banget perempuan cantik di sekitar gw. Dan mungkin tidak hanya gw yang mengatakan ini.
Cantik itu apa sih? Sudah lama gw ingin menjawab pertanyaan ini tapi, tetap saja tidak ketemu. Memang sih ini bukan pertanyaan yang eksak. Tidak seperti menjawab pertanyaan matematika yang jawabannya pasti dan abadi sepanjang masa, jawaban pertanyaan ini berbeda-beda bagi setiap orang dan dapat berubah seiring waktu.
Cantik menurut gw adalah suatu keindahan yang ada pada perempuan, secara fisik ataupun tidak. Gw tidak selalu melihat perempuan secara fisik, tapi juga yang lainnya. Kata orang itu namanya inner beauty. Tapi menurut gw tidak ada kecantikan abadi. Inner beauty pun dapat hilang.
Cantik secara fisik adalah yang bisa dilihat secara nyata. Pertama kali gw melihat perempuan, jujur aja, kecantikan jenis ini yang gw nilai. Jadi, first impression penting untuk sebuah hubungan. Dan cantik secara fisik juga berbeda definisinya bagi setiap orang. Ini masalah selera. Ada yang menganggap cantik secara fisik itu harus memiliki senyum yang manis, atau tubuh yang ideal, atau keduanya.
Cantik secara fisik menurut gw dibagi menjadi dua. Cantik fisik luar dan cantik fisik dalam.
Cantik fisik luar adalah keserasian dan keindahan yang terbentuk dari lapisan eksoderm tubuh manusia (kulit, rambut, kuku) dan bentuk tubuh. In adalah kecantikan paling nyata dari yang lainnya dan sering kali tercampur aduk dan dibanding-bandingkan dengan jenis kecantikan lain.
Cantik fisik dalam adalah yang menyangkut apa yang berada di dalam tubuh perempuan (genetik, hormon, dll). Gw sangat menghargai kecantikan fisik dalam dari pada luar karena hal ini yang menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan dan kesehatan perempuan itu sendiri. Ini adalah mekanisme evolusi, makhluk hidup cenderung mencari pasangan yang terbaik dalam hal genetik. Dan kecantikan jenis ini lebih esensial dari pada yang lain. Ada yang berpikir kecantikan jenis ini tak bisa dinikmati. Sebaiknya pikirkan itu sekali lagi.
Kedua jenis cantik fisik berkaitan satu sama lain, tapi yang lebih sering adalah bila cantik fisik dalam bagus, cantik fisik luar juga demikian. Tapi yang sebaliknya belum tentu. Cantik fisik luar bisa direkayasa dengan mudahnya, menyembunyikan apa yang sebenarnya ada di dalam. Gw kurang setuju tentang pengunaan kosmetik yang mempercantik tubuh secara jangka panjang karena sebenarnya hal itu bisa didapat dari dalam. Adanya hal ini malah membuat kaum perempuan enggan mempercantik tubuhnya dari dalam. Cantik luar bisa didapat dari dalam. Bukan tidak mungkin kulit halus didapat tanpa kosmetik. Sebenarnya kulit halus adalah “hadiah” dari dalam, dari hormon perempuan. Bila hormon perempuan dalam kondisi ideal, maka tampaklah semua keistimewaan khas perempuan. Dan untuk mendapatkan kondisi hormon seperti itu diperlukan masukan gizi yang berimbang, menjaga kesehatan, jangan merokok, minum minuman keras, narkoba, dan sering2 berolahraga. Percaya deh, gw ngga bohong.
Tapi sesungguhnya perempuan berdandan itu tidak salah, karena itu berkaitan dengan cantik nonfisik yang akan dibahas ini.
Cantik non fisik adalah kecantikan yang khas pada setiap perempuan, menyangkut hal-hal yang abstrak dan tidak dapat dilihat mata, tapi juga sulit untuk disembunyikan. Cantik non fisik dibagi menjadi dua, yaitu soul dan intelligentia. Persamaan dari keduanya yaitu perempuan mendapatkannya melalui proses yang panjang dalam hidupnya dan bukan merupakan bawaan lahir. Bisa dijadikan sebagai gambaran kehidupan perempuan itu.
Soul menyangkut sikap dan cara perempuan itu menanggapi sesuatu di sekitarnya di luar logika. Melalui soul para perempuan cenderung menanggapi sesuatu dengan cepat dan biasanya tidak sadar. Ada banyak contohnya, seperti cara bicara, sikap, etika, selera, dll. Selain itu, mimpi, keinginan, da hasrat terhadap sesuatu juga termasuk soul.
Intelligentia, sudah terlihat jelas artinya, yaitu pemahaman perempuan terhadap sesuatu secara logis. Pemikiran secara sadar. Intelligentia adalah kemampuan khas yang dimiliki spesies manusia. Gajah punya belalai, badak mempunyai cula, manusia mempunyai otak. Kecerdasan adalah faktor terbesar manusia yang menyebabkan manusia bertahan hidup hingga saat ini. Kemampuan itu masih dipakai hingga saat ini, bahkan tantangan hidup saat ini jauh lebih berat. Maka, perempuan dengan intelligentia tinggi lah yang akan menguasai dunia.
Ketika gw pertama kali melihat perempuan, yang gw lihat pertama kalinya adalah fisik, lalu sikap. Beberapa lama mengenalnya, gw jadi tahu yang lainnya. Meski gw menilai fisik pertama kalinya, secara keseluruhan gw menilai perempuan dengan prioritas: Intelligentia, Soul, fisik dalam, dan fisik luar. Yap, kecantikan wajah bukan yang utama buat gw. Dan perempuan cantik yang blo’on terlihat aneh di mata gw. Gw lebih memilih perempuan yang lolos Olimpiade Sains dari pada model majalah Hai. Jujur aja, kebanyakan model majalah Hai tidak terlalu cantik walau kebanyakan seusia atau lebih muda dari pada gw.
Menurut gw, yang paling sulit dideteksi adalah cantik fisik dalam. Memang benar. Tapi secara garis besar kita tahu kok. Dan sebenarnya, laki-laki secara ngga sadar tahu, karena sebenarnya kita adalah hewan. Bagaimana sih cara hewan mencari pasangan?
Mau tahu? Kontak gw aja.

Jumat, 28 Maret 2008

Rush Hour

Gw tahu gw belum cukup umur untuk mengatakan pendapat gw mengenai ini. Dan mungkin yang gw tahu tentang ini belum cukup. Dan gw tidak tinggal di tengah kesibukan atau sekolah di sana. Tapi hal ini cukup menginspirasikan gw dan cukup membuat gw tak sabar untuk menjadi lebih dewasa dari sekarang. Saat ini gw excited banget mengenai ini, tapi itu karena gw belum mengalaminya. Sebenarnya sih sudah, dan gw langsung kesal itu. Dan setelah hari itu berakhir, gw menjadi merindukannya.
Pengalaman pertama gw mengenai rush hour yaitu ketika gw harus ke suatu sekolah swasta terkenal di Jakarta Selatan dengan urusan mengikuti suatu kompetisi dengan membawa nama sekolah. Jadi bisa dikatakan bahwa pengalaman pertama gw itu terjadi secara tidak sengaja.
Ketika itu gw pergi dengan menggunakan Busway. Dan, tebak berapa jam gw berada di jalur busway hanya untuk mencapai sekolah swasta itu? Dua setengah jam! Yang membuat lama adalah halte transitnya, terutama di Kp Melayu dan Matraman. Di Dukuh Atas tidak terlalu karena gw melawan arus rush hour yang rata-rata menuju ke pusat kota Jakarta. Bisa ditebak gw pergi ke sekolah swasta mana. By the way, di dua halte transit itu gw harus mengantri selama setengah jam di masing-masing halte untuk mendapatkan sebuah bus. Itupun dalam keadaan penuh sesak. Dan gw ngga pernah duduk sampai tujuan.
Untuk beberapa orang, rush hour di fasilitas kendaraan umum memang menyebalkan. Tapi buat gw itu pertanda positif untuk satu hal: penggunaan kendaraan bermotor berkurang. Padahal gw sempat melihat beberapa para penumpang bus lain, ‘partner sehati’ yang ketika itu berbagi bus dengan gw, terlihat bonafid. Besar kemungkinan mereka punya kendaraan pribadi. Syukur deh bila mereka sadar bahwa kendaraan pribadi membawa polusi.
Macet di jalan raya? Fuck with them, that’s what I say to the car owners. Fakta: pengguna kendaraan pribadi adalah penyebab utama kemacetan, bukan kendaraan umum. Ketika car free day, Jalan MH Thamrin bebas macet karena kendaraan pribadi dilarang lewat. Bahkan bisa dibilang sepi.

Online Game

Ini adalah game paling terfavorit di antara pengguna internet, yaitu game yang antara penggunanya bisa terhubung melalui jaringan internet. Ini adalah jenis game yang bisa dimainkan banyak orang dalam waktu bersamaan. Bahkan kenyataannya game ini seperti nonstop. Bis adimainkan kapan saja asalkan ada komputer dan jaringan internet kecuali pada saat-saat tertentu seperti maintenance.
Pemain game ini bervariasi, dari anak kecil hingga dewasa. Gw ngga tahu pasti berapa range usia para pemain game ini, tapi gw sudah melihat anak SD dan pegawai kantoran yang baru dipecat main game ini setiap hari^^. Memang amat bervariasi, usia, orangnya, dan jenis kelaminnya. Kebanyakan sih laki-laki, tapi dengan semakin meningkatnya jumlah pemain game ini, jumlah pemain perempuan juga semakin banyak. Setiap gw ke game center, minimal gw melihat dua perempuan sedang bermain game ini.
Selain itu ada begitu banyak persepsi umum bahwa bermain game ini terlalu sering memiliki banyak efek buruk. Benarkah itu? Beberapa benar, tapi ada juga yang hanya mitos. Persepsi negatif yang benar itu diantaranya:
  • Merusak mata, kecuali jika menggunakan layar LCD dan bermain dengan jarak antara mata dan layar sejauh kurang lebih delapan puluh centimeter. Dijamin mata akan terjaga. Tapi sudah jelas gamer tidak akan menjauhkan matanya dari layar sejauh itu.
  • Mengancam kesehatan. Terlalu banyak duduk bisa membuat kta semakin jarang bergerak. Berpotensi mengakibatkan kerapuhan tulang. Terlalu sering bermain juga akan mengurangi atau bahkan meniadakan waktu olahraga kita.
  • Mengurangi waktu belajar, terutama bagi orang yang perlu belajar (siswa, mahasiswa). Itu sudah jelas.
  • Merusak kehidupan. Tergantung bagian dari kehidupan mana yang rusak akibat fanatisme berlebihan ini. Entah lupa sekolah, kuliah, atau kerja. Lupa pulang ke rumah. Uang sering habis, tak punya tabungan sehingga banyak berhutang. Diputusin pasangannya karena berbagai hal. Uang SPP dipakai untuk bermain. Sering bolos, sehingga dikeluarkan dari sekolah, kampus, atau tempat kerja. Kok gw banyak tahu ya? Sebagian pengalaman, sebagian menyaksikan^^. Bahkan gw sudah melihat berita ada orang yang mati ketika bermain online game, tepat ketika karakter yang dimainkannya mati. Dunia ini aneh banget ya?
Tapi ada juga persepsi umum negatif yang tidak sepenuhnya benar. Satu hal yang gw tahu adalah bermain game menjadikan seseorang bodoh. Itu tidak selamanya benar. Dalam beberapa hal, gamer menjadi semakin cerdas. Sayangnya kecerdasan semacam itu dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan kalangan dunia pendidikan.
Kecerdasan yang dimaksud diantaranya adalah kemampuan menganalisa, menghapal, memprediksi, kerja sama tim, dan strategi dalam memecahkan masalah. Sekilas itu semua juga diperlukan dalam pelajaran sekolah. Tapi sepertinya itu tergantung dari mood gamer, mau fokus pada pelajaran atau pada game.
Seperti contoh, game favorit gw, Warcraft. Dalam game ini, gamer ditantang untuk mengembangkan karakter yang dimainkannya dengan benar. Selain itu, gamer juga harus tahu kemampuan lawan (menghapal), kemungkinan serangan dan taktik yang akan dilakukan lawan (memprediksi), lalu mencari jalan bagaimana mengalahkannya (membuat strategi, analisa), secara individu ataupun dengan kerja sama tim. Masyarakat tidak bisa begitu saja mengabaikan kemampuan-kemampuan itu. Terbukti, kemampuan semacam itu berguna di kehidupan nyata.
Yang menjadi masalah mungkin adalah membagi waktu. Terlalu sering bermain game jelas mengurangi waktu belajar sehingga tidak ada waktu untuk belajar pelajaran sekolah. Seandainya gamer punya waktu belajar cukup, dijamin kemampuannya dalam pelajaran sekolah lebih besar dari pada yang tidak bermain game.
Yang berpotensi menjadi salah persepsi lagi mungkin adalah kemampuan menghapal gamer. Bila benar kemampuan menghapal meningkat, kenapa masih ada gamer yang jatuh pada pelajaran yang berkaitan dengan menghapal? Sekali lagi, waktu belajar yang menjadi masalah. Gamer yang hebat jelas memiliki kemampuan menghapal yang hebat. Dan tidak benar bermain game bisa membuat kita lupa pada hapalan materi pelajaran yang pernah dilakukan. Tidak benar bahwa di dalam otak, suatu memori bisa menggeser atau menghapus memori lain. Lupa hanya masalah fisiologis, sama dengan pikun atau hilang ingatan. Kapasitas otak manusia tidak terbatas. Itulah yang dikatakan Galileo Galilei. Bahkan Albert Einstein pun yang otaknya diawetkan oleh para ilmuwan ternyata baru menggunakan sepuluh persen dari potensi maksimal otaknya. Kecerdasan yang dimiliki Einstein mungkin belum mencakup keseluruhan kecerdasan yang dimiliki gamer hebat.
Jadi, jangan ragu untuk bermain game, dan juga ingat pada kehidupan nyata. Gw punya pengalaman, berkenalan dengan seseorang di online game. Ia mengaku cewek. Tapi setelah diselidiki, ternyata dia adalah cowok. Syukurlah gw belum sempat suka dengannya (hiiii!). Ini juga salah satu dari akibat buruk bermain online game, rusaknya kehidupan^^.

Selasa, 04 Maret 2008

Universitas

Setelah menyelesaikan SMA atau yang sederajat, impian para siswa tentu saja melanjutkan pendidikan ke universitas, sekolah tinggi, akademi, dan institut negeri. Dari sebagian besar pasti sudah mempersiapkan jurusan favoritnya dan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya. Tapi sebenarnya, sudah sesuaikah antara minat dan kemampuan? Banyak siswa yang tidak tahu potensinya sendiri dan ada juga yang memiliki minat yang jauh di luar jangkauan kemampuannya.
(Untuk selanjutnya, bila gw menyebut SMA, artinya adalah SMA dan sederajatnya. Dan bila gw menyebut universitas, artinya adalah universitas dan yang sederajatnya. Agar ringkas)
Untuk mengatasi hal itu, biasanya sekolah mengadakan psikotes untuk siswa-siswanya atau siswa melakukan psikotes di lembaga tertentu atas inisiatif sendiri. Hasilnya bisa bersifat sugestif dan mampu mengubah arah minat siswa.
Apapun bisa terjadi di tengah-tengah perjuangan siswa mencapai perguruan tinggi, dari waktu ketika siswa berpikir mengenai universitas hingga akhirnya diterima. Ada banyak faktor. Salah satunya adalah hasil psikotes itu. Yang lainnya adalah faktor keluarga, teman, guru, dan lain-lain termasuk pihak universitas sendiri. Universitas dapat memberikan pengaruhnya dengan mengadakan berbagai kegiatan di suatu SMA.
Di antara siswa tentunya ada jurusan favorit. Nih, yang gw dapat dari temen-temen gw:
  • Akuntansi. Biasanya siswa IPS. Tapi tidak menutup kemungkinan siswa IPA memilih ini karena dipengaruhi oleh gosip bahwa kuliah di akuntansi itu gampang dan pekerjaan mudah didapat. Juga kabarnya, mayoritas mahasiswa STAN sebelumnya adalah siswa IPA.
  • Manajemen. Sama dengan diatas. Dan kabar yang gw denger, lulusan manajemen memiliki banyak bidang pekerjaan untuk dipilih.
  • Hukum. Bisa IPS, bisa IPA. Tapi ini kan materi IPS? Ya, memang banyak anak IPA yang masuk jurusan yang terkait dengan IPS, sedangkan siswa IPS yang masuk ke jurusan IPA jarang. Hitung saja, kapasitas kursi untuk jurusan IPS di perguruan tinggi di seluruh Indonesia lebih banyak dari pada kursi untuk jurusan IPA. Dan murid IPA umumnya tidak sebanyak siswa IPS di SMA seluruh Indonesia.
  • Kedokteran. Pasti siswa IPA. Kalau ada siswa IPS mendaftar masuk sini, artinya nekat. Kecuali bagian manajemen rumah sakit dan psikiater / psikolog nya.
  • Teknik Mesin. Jurusan paling favorit di antara peminat teknik di sekolah gw.
  • Teknik Industri. Yang ingin merusak bumi, masuklah ke sini.
  • Teknik Pertanian, untuk yang fisika, biologi, dan kimianya kuat. Jurusan favorit gw.
  • Teknik Sipil. Yang suka fisika, terutama hukum Newton, hukum kekekalan energi, momen gaya, momen inersia, momentum, impuls, dan lain-lain, masuk sini aja.
  • Teknik Lingkungan, untuk pecinta lingkungan sejati.
  • Arsitektur, sahabat dekatnya Teknik Sipil.
  • Fakultas MIPA. Umumnya untuk siswa yang sudah ‘ditakdirkan’ masuk sini. Ditakdirkan maksudnya sudah dinobatkan menjadi ahli di pelajaran MIPA. Sudah jelas MIPA-nya harus super kuat, dengan tambahan (atau minus) faktor luck di SPMB.
  • Fakultas Ilmu Komputer. Untuk cracker / hacker atau pencinta komputer yang ingin mempergunakan kemampuannya untuk berbuat baik, masuk sini aja.
  • Fakultas Sastra. Jujur aja, gw jarang banget mendengar ada yang ingin masuk sastra. Apalagi sastra yang paling jarang didengar seperti sastra Jawa atau sastra Rusia. Ada ngga ya sastra Urdu?
Gw, seperti siswa lainnya, juga mengalami dilema seperti yang sudah disebut di atas: bingung memilih jurusan, dipengaruhi oleh orang terdekat, dsb. Bahkan hingga kini masih terjadi.
Keluarga gw berharap gw masuk Akuntansi, Manajemen, atau Bahasa Inggris. Ngga banget deh. Gw siswa IPA, ngga akan pernah gw murtad dari sains kecuali ngga punya kesempatan lagi untuk masuk sains. Gw satu-satunya di keluarga gw yang menjadi siswa IPA, satu-satunya yang menolak Akuntansi, dan satu-satunya yang punya harapan besar untuk masuk universitas negeri.
Sepupu gw menyarankan teknik kimia seperti suaminya atau teknik industri. Dan lagi-lagi alasannya karena faktor kemudahan pekerjaan dan gaji. Kenapa sih, semua yang masuk perguruan tinggi selalu berpacu pada pekerjaan? Gw ingin kuliah jujur aja bukan karena ingin mengejar pekerjaan dan gaji, tapi karena ingin belajar. Kalau bisa, gw ingin selamanya belajar tanpa memikirkan pekerjaan. Memikirkan pekerjaan justru menjadi tekanan selama kuliah, seperti siswa SMA yang memikirkan ingin masuk Universitas mana sehingga tidak fokus Ujian Nasional.
Teman-teman gw menyarankan gw masuk MIPA Fisika, karena gw menonjol di bidang fisika. Sepertinya mereka belum tahu kemampuan biologi gw. Dan sejauh ini belum ada guru yang mensugesti gw.
Pilihan gw dari yang terfavorit: Teknik Pertanian, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Kehutanan, Agronomi, Biologi, Fisika, Teknik Kimia, Arsitektur, dst. Alasannya gw ngga tahu pasti, tapi sepertinya gw mempertimbangkan masalah lingkungan. Tapi gw juga ingin ‘bermain’ dengan biologi dan fisika, dua mapel yang paling gw kuasai. Maka, teknik pertanianlah jalan terbaik.

Perempuan

Makhluk yang tercipta dari tulang rusuk Adam. Tapi keberadaan makhluk ini bagi dunia sangat mengagumkan mengingat mereka berasal dari tulang rusuk. Mereka tak hanya tulang rusuk yang berjalan mendampingi pria, tapi mereka menguasai dunia. Dalam beberapa hal, perempuanlah yang terbaik. Dan tanpa mereka, dunia tak akan seindah ini.
Bila masih ada yang menganggap perempuan bukan makhluk yang luar biasa, sebaiknya kalian melihat ibu kalian sendiri. Tanya, berapa berat badan kalian sesaat setelah dilahirkan. Mampukan kalian membawa beban sedemikian berat tanpa henti selama beberapa lama? Belum lagi pengorbanan mereka pasca melahirkan hingga kalian bisa mandiri.
Itu adalah contoh terdekat. Masih ada contoh lainnya. Yang paling umum adalah wanita karier, terutama yang memasuki dunia karier yang biasanya dilakukan pria. Rasanya sulit membayangkan mereka bisa mencapai dunia yang seharusnya hanya bisa dimasuki pria, namun kenyataannya mereka banyak sekali saat ini. Zaman sekarang bukan hal aneh. Dan itulah bukti kekuatan perempuan.
Secara ilmiah hal itu bukan tidak mungkin terjadi. Kecuali dada, bokong, dan alat kelamin, tidak ada hal fisik yang membedakan perempuan dan laki-laki. Dan sudah lama diketahui di dunia sains bahwa perempuan memiliki intuisi yang lebih baik. Selain itu perempuan sangat menyukai keindahan, mengutamakan kualitas dari pada kuantitas, dan melihat sesuatu lebih mendalam. Keunggulan pria hanya dari kekuatan saja, itupun diperoleh dari hormon.
Di sekitar gw, ada banyak contoh perempuan luar biasa. Contoh paling utama sudah disebutkan. Yang lainnya adalah kakak perempuan dan kakak ipar gw yang keduanya wanita karier, lalu kepala sekolah gw, lalu guru-guru sekolah gw, dan semua perempuan manis yang pernah gw cintai. Gw ngga pernah salah mencintai perempuan. Mereka pasti memiliki keistimewaan selain fisik.
Selain itu masih ada lagi contoh perempuan luar biasa lainnya yang biasa kita lihat dalam berita, diantaranya:
  • Angela Merkel, kanselir Jerman.
  • Alm. Benazir Bhutto
  • Hilary Clinton
  • Gloria Arroyo
  • Alm. Lady Diana
Perempuan itu memang luar biasa. tanpa mereka dunia tak akan seindah ini.